Hadapi Pesparawi XIII Yogyakarta, DPRD Kaltara Harap Kontingen Lakukan Persiapan Matang

Politik372 Dilihat

TANJUNG SELOR – Pada ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIII Yogyakarta, yang telah digelar 19–26 Juni lalu, kontingen Kalimantan Utara (Kaltara) turut serta.

Di ajang tersebut, ada 28 kontingen yang bertanding. Ada 12 cabang lomba yang dipertandingkan pada Pesparawi kali ini. Antara lain lomba Paduan Suara Campuran, Paduan Suara Pria, Paduan Suara Wanita, Paduan Suara Rema Pemuda, Paduan Suara Anak, Musik Gereja Nusantara, Musik Pop Gereja, Solo Remaja Putri, Solo Remaja Putra, dan Solo Anak.

Kontingen Kaltara tampil pada 7 cabang lomba yang dipertandingkan. “Kita bersyukur sudah bisa tampil dan mendapatkan Silver di 7 kategori yang diikuti,” ujar Anggota Komisi I DPRD Kaltara Norhayati Andris.

Pada ajang tersebut, tampil sebagai juara umum Sumatera Utara yang meraih emas terbanyak dan Piala Presiden. Selanjutnya, untuk Pesparawi XIV 2025, Papua Barat dipercaya sebagai tuan rumah. Menurut wanita yang juga Ketua Kontingen Kaltara ini, masih banyak waktu untuk benar-benar mempersiapkan anak-anak yang punya talenta menyanyi Solo dengan berbagai tingkat usia, anak, remaja dan dewasa.

Demikian juga dengan paduan suara, harus dipersiapkan dan di seleksi dari 5 kabupaten/kota. Agar mendapatkan suara yang pas di paduan suara dan musik Gerejawi pun tidak kalah penting. “Untuk terus ditingkatkan kualitas, penghayatan dan skill dalam membawakan musik Gerejawi. Kali ini, kami melihat masih belum maksimal persiapan anak-anak,” ungkap Norhayati.

Selain itu, keterbatasan anggaran keberangkatan yang menjadi persoalan. Sehingga, kontingen harus menempuh perjalanan dari Kaltara ke Surabaya naik pesawat. Lalu dilanjutkan naik bis dan kereta api ke Yogyakarta. Hal itu pun sempat membuat anak-anak sakit. Bahkan, ada yang demam dan sakit tenggorokan.

“Tapi kita tetap bersyukur mereka bisa tampil. Melihat hasil ini, kita jadikan pelajaran dan suatu hal yang perlu dihindari. Karena kualitas suara akan terganggu dengan kondisi kesehatan anak-anak,” tutur wanita yang juga Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kaltara ini.

Norhayati mengucapkan terima kasih pada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara dan pemerintah daerah di 5 kabupaten dan kota. Yang telah membantu anggaran akomodasi dan operasional peserta Pesparawi Nasional XIII ini. Termasuk ucapan terima kasih kepada para pelatih dan anak-anak yang telah berusaha untuk tampil maksimal mewakili Kaltara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *