Longsor, DPRD Desak Pemprov Bangun Jalan Darurat di Krayan

Politik543 Dilihat

TANJUNG SELOR – Kondisi topografi di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) berbeda dengan daerah lain. Terlebih ada dua kabupaten yakni Nunukan dan Malinau, yang merupakan daerah perbatasan, dan masih sulit dijangkau sehingga harus melalui lewat jalur udara.

Bahkan, akses infrastruktur di beberapa daerah itu juga belum memadai. Terbaru, Krayan Kabupaten Nunukan terjadi longsor sehingga jalur penghubung antara Krayan Induk-Krayan Selatan terputus. Anggota DPRD Kaltara Marli Kamis mengatakan, pembangunan jalan baru merupakan hal yang positif. Hanya saja, saat ini, dia mendesak pemerintah membangun jalan darurat terlebih dahulu.

Pasalnya, untuk membangun jalan baru membutuhkan waktu yang lebih lama. “Kalau bangun jalan baru, lama. Bisa sampai dua atau tiga bulan. Kami harapkan ini harus segera membuka jalan darurat, itu paling penting,” terangnya, beberapa hari lalu.

Menurutnya, pemerintah perlu memikirkan opsi lain agar pembangunan jalan darurat bisa disegerakan. Apalagi imbas dari longsor yang terjadi, membuat warga tidak bisa mengakses jalan yang biasa dilalui. Untuk itu perlu penanganan yang lebih cepat. “Supaya segera, karena ini kan darurat,” tegasnya.

Namun demikian, dia juga memberikan apresiasi kepada masyarakat Krayan. Di tengah kondisi sulit yang dihadapi saat ini. Masyarakat tetap bersabar menghadapi ujian. Dia menekankan agar pemerintah memberikan perhatian kepada warga di daerah perbatasan itu. Sebagai informasi, rencana pembangunan jalan baru disampaikan oleh pihak Dinas PUPR Perkim Kaltara, beberapa waktu lalu.

Opsi membuka jalan baru, membutuhkan waktu sekitar 1-2 bulan untuk merampungkan pengerjaan jalan penghubung baru itu. Dengan panjang sekitar 300-400 meter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *